Template by:
Free Blog Templates

Rabu, 26 Agustus 2009

Artikel Kabel Koaksial & Fiber Optik




Pengertian Kabel Koaksial

Kabel koaksial merupakan salah satu jenis media transmisi yang digunakan untuk pengiriman daya listrik frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas, oleh karena itu kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar.

kabel koaksial biasa disebut juga BNC (Bayonet Naur Connector)ATAU COAX kabel ini sering digunakan untuk kabel antena tv dan sering juga digunakan pada jaringan LAN



Kabel Koaksial mempunyai satu pengalir tembaga yang berfungsi sebagai pengalir listrik yang terletak di tengah (Center Core),satu lapisan plastik(dielectric insulator)yang mengelilingi tembaga yang berfungsi sebagai pemisah antara tembaga dengan lapisan besi (metalalik shielded), satu lapisan besi (metalalik shielded) berfungsi sebagai pelindung dari gangguan luar seperti cahaya florensen dan perangkat elektronik lain, dan terakhir satu lapisan plastik (plastik jacket) yang berfungsi sebagai pelindung terluar.

Ciri - ciri kabel kloaksial

1. Media dan ukuran konektor medium
2. Panjang kabel maksimum yang diizinkan adalah 500 m (medium)
3. Kecepatan dan keluaran 10 - 100 mbps
4. biaya per node murah

Jenis kabel kloaksial ada 2 :

A. 10Base/2 disebut juga Thinnet atau Thin Coax
adalah jenis standar yang digunakan untuk mengimplementasikan jaringan berbasis teknologi Ethernet


Kabel Koaksial

Nama 10Base/2 datang dari beberapa komponen
1. 10 yang berarti kecepatan maksimal jaringan 10 Mbit/detik (miliar bit/detik)
2. Base yang berarti Metode tranmisi sinyal jaringan (Baseband)
3. Panjang maksimum sebuah segmen (185 meter, tapi dibulatkan menjadi 200, dengan
angka 0 dibuang).

Jaringan 10Base2 saat ini tidak digunakan lagi karena memiliki dua permasalahan, yakni:

1. Karena kecepatan maksimum yang dimiliki jaringan 10Base2 adalah terbatas pada 10 Mbit/detik, jaringan akan terasa sangat lambat, khususnya pada jaringan yang
banyak menggunakan bandwidth.
2. Jaringan 10Base2 menggunakan sebuah kabel linear panjang yang digunakan untuk
menghubungkan komputer-komputer. Satu saja ada koneksi yang mengalami kerusakan
(atau longgar), dapat menyebabkan keseluruhan jaringan menjadi terputus, dan
untuk menelusuri kerusakanya, setiap segmen kabel dan koneksi ke setiap
komputer harus dicek

Karena dua masalah di atas, 10Base2 telah ditinggalkan dan penggunaan teknologi jaringan berpindah ke standar 10BaseT (untuk kecepatan lambat), Fast Ethernet, atau Gigabit Ethernet untuk kecepatan yang lebih tinggi.

B. 10Base/5 atau dikenal Thicknet
adalah sebuah standar implementasi pertama jaringan Ethernet, nama lain 10Base/5 adalah Standard Ethernet.

Sistem 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch (10 mm) sebagai media penghubung berbentuk bus. Biasanya kabelnya berwarna kuning dan pada kedua ujung kebelnya diberi konsentrator sehingga mempunyai resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10Base5, satu segmen jaringan bisa sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika dipasang penghubung (repeater) sebuah jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km.

jaringan 10Base5 sebaiknya tidak memiliki 100 komputer yang tergabung di dalamnya.Tapi berbeda dengan 10Base2 yang menghubungkan komputer secara langsung dengan kabel, pada jaringan 10Base5 terdapat sebuah transceiver yang dihubungkan ke kabel ThickNet, dengan menggunakan konektor yang dapat melubangi kabel yang disebut sebagai vampire tap.

Nama 10Base5 dibuat dari komponen-komponen berikut:

Kecepatan maksimum jaringan (10 Mbit/detik).

  • Metode transmisi jaringan (baseband)
  • Panjang segmen maksimal 500 meter

10BASE-5, 10 megabit Ethernet cdapat di jalakan dengan beberapa media ini :

  • 10BASE-2 (Thinwire kabel koaksial dengan maksimun 185 meter)
  • 10BASE-F (optical fiber cable)
  • 10BASE-T ( twisted pair wire)
  • 10BASE-36 (broadband multi-channel coaxial cable dengan panjang maksimal 3,600 meters)




Pengertian Fiber Optik

Kabel Fiber optic adalah sebuah kabel yang terbuat dari serat kaca dengan teknologi canggih dan mempunyai kecepatan transfer data yang lebih cepat daripada kabel biasa, biasanya fiber optic digunakan pada jaringan backbone (Tulang Punggung) karena dibutuhakan kecepatan yang lebih dalam jaringan ini,namun pada saat ini sudah banyak yang menggunakan fiber optic untuk jaringan biasa baik LAN, WAN maupun MAN karena dapat memberikan dampak yang lebih pada kecepatan dan bandwith karena fiber optic ini menggunakan bias cahaya untuk mentransfer data yang melewatinya dan sudah barang tentu kecepatan cahaya tidak diragukan lagi namun untuk membangun jaringan dengan fiber optic dibutuhkan biaya yang cukup mahal dikarenakan dibutuhkan alat khusus dalam pembangunannya.

Penyambungan

untuk penyambungan kabel fiber optik dibutuhkan alat khusus yang bernama FUSION SPLICER alat ini yang digunakan untuk menyambung dua ujung fiber optic dengan menggunakan panas alat ini butuh ketelitian yang sangat tinggi, alat ini dilengkapi dengan alat pengukur karena setiap ingin menyambung dua sisi FO harus diukur terlebih dahulu dan ukurannya harus sama antara ujung A dan ujung B dan kedua ujung FO harus benar2 bersih (biasanya digunakan alcohol 95% dan tisu untuk membersihkan ujung FO yang sudah dikupas) karena apabila ada kotoran sedikit saja maka FUSION SPLICER tidak akan bisa digunakan alias menolak untuk melakukan penyambungan.


1 komentar:

Hendri's Coffee Cafe mengatakan...

werfwef

Poskan Komentar